Di grup WhatsApp sesama penerjemah tersumpah, muncul diskusi tentang permintaan yang sekilas sederhana: klien punya bundel dokumen, tetapi hanya ingin beberapa halamannya diterjemahkan. Misalnya, dari 50 halaman, yang dipilih hanya halaman 1, 4, 7, dan 10.
Yang membuat saya memikirkan persoalan ini bukan jumlah halamannya. Saya membayangkan apa yang terjadi sesudah hasilnya keluar dari tangan penerjemah. Empat halaman terjemahan itu bisa ditempelkan pada bundel lengkap, lalu diperlihatkan kepada pihak lain seolah seluruh dokumen sudah diterjemahkan atau diperiksa oleh saya.
Contoh 50 halaman ini adalah ilustrasi persoalan yang dibahas, bukan cerita tentang berkas klien tertentu. Saya tidak mengutip percakapan privat atau menyebut peserta grup. Pertanyaan profesionalnya tetap nyata: bagaimana memastikan orang yang membaca hasil akhir memahami persis bagian mana yang saya terjemahkan?
Terjemahan parsial dapat dipertimbangkan jika tujuan dan syarat penerimanya memungkinkan, konteksnya cukup, dan batas sumbernya jelas. Permintaan perlu ditolak atau diperluas jika pemilihan bagian membuat makna menyesatkan atau klien ingin menyembunyikan bahwa hasilnya hanya parsial. Cap dan tanda tangan tidak mengubah sebagian dokumen menjadi terjemahan lengkap.
Risikonya muncul ketika hasil parsial terlihat lengkap
Klien bisa punya alasan yang masuk akal: sebuah institusi hanya meminta halaman identitas, satu lampiran, atau bagian tertentu. Menerjemahkan semua halaman mungkin tidak diperlukan. Tetapi alasan menghemat biaya tidak menjawab apakah potongan itu masih menyampaikan makna sumber dengan benar.
Bayangkan halaman 7 memuat suatu hak, sedangkan halaman 8 memuat pengecualian atas hak tersebut. Jika hanya halaman 7 yang diterjemahkan, pembaca bisa mendapat gambaran berbeda. Kalimat terjemahannya mungkin tepat kata demi kata, tetapi pilihan potongannya menciptakan kesan yang keliru. Ini contoh hipotetis tentang konteks, bukan tuduhan terhadap klien yang meminta terjemahan parsial.
Ada pula risiko penyajian: catatan cakupan dipisahkan dari hasil, urutan halaman diubah, atau halaman yang tidak diterjemahkan dimasukkan di antara lembar yang memakai kop penerjemah. Nama penerjemah kemudian tampak menaungi materi yang tidak pernah ia terjemahkan. Karena itu, batas pekerjaan harus terlihat pada hasil yang dibaca penerima, bukan hanya tersimpan dalam percakapan pemesanan.
Apa dasar tanggung jawab penerjemah tersumpah?
Permenkum No. 4 Tahun 2025 mengatur profesi penerjemah tersumpah. Pasal 2 memuat kewajiban menjunjung moral dan etika organisasi profesi serta mematuhi hukum. Pasal 3 menegaskan tanggung jawab penuh atas kebenaran dan kualitas hasil terjemahan. Inilah dasar yang relevan untuk menilai apakah pekerjaan dengan lingkup terbatas dapat saya pertanggungjawabkan.
Saya tidak membaca ketentuan itu sebagai izin otomatis bagi setiap permintaan parsial, ataupun sebagai larangan umum menerjemahkan beberapa halaman. Cara menandai cakupan dan menilai konteks dalam artikel ini adalah saran praktik profesional. Penerimaan dokumen tetap perlu dikonfirmasi kepada lembaga tujuan; untuk penggunaan dalam perkara, koordinasikan kebutuhan berkas dengan kuasa hukum dan ketentuan yang berlaku.
Kode Etik Himpunan Penerjemah Indonesia juga menjadi rujukan mengenai integritas, kompetensi, akurasi, dan kerahasiaan. Kode etik organisasi perlu dibaca sesuai ruang lingkup keanggotaannya. Dalam pekerjaan sehari-hari, prinsip tersebut membantu saya menilai apakah hasil terjemahan jujur terhadap sumber dan terhadap orang yang akan membacanya.
Kapan terjemahan parsial dapat dipertimbangkan?
Saya akan mulai dengan tujuan penggunaan. Siapa penerimanya? Apa tepatnya yang diminta? Apakah ada instruksi tertulis bahwa hanya bagian tertentu diperlukan? Jawaban itu lebih berguna daripada sekadar daftar halaman yang ingin dipesan.
- Bagian yang diminta dapat dikenali. Identitas dokumen, tanggal atau versi, serta halaman atau bagian yang dipilih tersedia dan tidak ambigu.
- Konteks cukup untuk menerjemahkan dengan benar. Definisi, kalimat sambungan, rujukan silang, dan lampiran yang memengaruhi makna dapat diperiksa. Bila perlu, saya meminta halaman tambahan untuk dibaca, walaupun tidak semuanya masuk hasil terjemahan.
- Pemilihan bagian tidak menciptakan kesan yang menyesatkan. Hak tidak dipisahkan dari syaratnya dan satu kesimpulan tidak dilepaskan dari pembatasan yang relevan.
- Klien menerima penandaan parsial. Daftar sumber dan catatan cakupan tetap menyertai hasil yang diserahkan.
- Syarat penerima sudah diperiksa. Jika penerima meminta dokumen lengkap, lingkup perlu diperluas. Penilaian penerjemah sendiri tidak menggantikan persyaratan tersebut.
Terjemahan parsial juga berbeda dari ringkasan. Jika diminta menerjemahkan satu halaman utuh, teks pada halaman itu tidak boleh saya pilih lagi sesuka hati. Jika yang diminta hanya satu pasal atau paragraf, batasnya harus dinyatakan sebagai petikan. Ringkasan isi dokumen harus diberi nama ringkasan, bukan disajikan seolah terjemahan lengkap bagian sumber.
Kapan saya memilih menolak atau menunda?
Permintaan menjadi sulit diterima ketika klien meminta catatan parsial dihapus agar hasil terlihat lengkap. Hal yang sama berlaku jika saya tidak diberi konteks yang diperlukan, tidak dapat memastikan versi sumber, atau melihat bahwa bagian yang dibuang mengubah pemahaman atas bagian yang dipilih.
Penolakan tidak selalu berarti hubungan kerja berakhir. Saya bisa menawarkan lingkup yang lebih masuk akal: menerjemahkan satu pasal beserta definisinya, satu bagian lengkap, atau lampiran berikut halaman yang dirujuk. Jika masalahnya adalah sumber yang tidak terbaca atau nomor halaman yang rancu, pekerjaan dapat ditunda sampai sumber diperbaiki.
Namun, jika tujuannya memang untuk membuat pihak lain percaya bahwa semua 50 halaman telah diterjemahkan, saya tidak bisa membantu menyajikan hasil seperti itu. Persetujuan klien tidak membuat penyajian yang menyesatkan menjadi praktik yang dapat dipertanggungjawabkan.
Halaman 1 yang mana? Bedakan nomor cetak dan urutan PDF
Dalam bundel hasil pindai, halaman pertama PDF bisa merupakan sampul. Halaman yang tercetak sebagai “1” mungkin justru berada pada urutan PDF ke-4. Nomor yang sama juga bisa berulang pada setiap lampiran. Menulis “halaman 1, 4, 7, 10” saja belum tentu cukup.
Saya menyarankan pencatatan dua penanda apabila tersedia: nomor yang tercetak pada dokumen dan urutan halaman pada file yang disepakati. Tambahkan judul bagian, nama lampiran, atau batas awal-akhir teks jika pemilihan lebih sempit daripada satu halaman. Untuk sumber tanpa nomor, gunakan urutan file dan penanda isi yang dapat diperiksa.
Dokumen: “Perjanjian Contoh”, versi final 1 Oktober 2026, file sumber 50 halaman. Yang diterjemahkan: urutan PDF 1, 4, 7, dan 10. Pada file contoh ini, nomor halaman tercetak sama dengan urutan PDF. Jika berbeda, kedua penanda perlu dicantumkan, misalnya “urutan PDF 7 / nomor tercetak 5 / Pasal 3”.
Penomoran hasil terjemahan harus dibedakan dari penomoran sumber. Empat halaman sumber bisa menghasilkan enam halaman terjemahan. Tulisan “halaman terjemahan 2 dari 6” menjelaskan urutan hasil; tulisan “bersumber dari urutan PDF 4” menjelaskan asal teks. Keduanya membantu pembaca menelusuri hubungan sumber dan hasil tanpa menduga jumlahnya harus sama.
Jika sebuah kalimat terputus di akhir halaman yang dipilih, jangan menebak lanjutannya. Minta halaman sambungan, lalu sepakati apakah lingkup diperluas. Jika petikan tetap dipakai, batas potongan harus terlihat dan tidak boleh menghilangkan informasi yang dibutuhkan untuk memahami makna.
Contoh catatan cakupan terjemahan parsial
Berikut contoh rumusan yang dapat disesuaikan setelah memeriksa sumber dan persyaratan penerima. Ini bukan format sertifikasi resmi yang diwajibkan untuk semua keadaan.
Terjemahan ini hanya mencakup urutan halaman PDF 1, 4, 7, dan 10 dari file sumber “Perjanjian Contoh”, versi final 1 Oktober 2026, yang terdiri atas 50 halaman. Pada sumber ini, nomor halaman tercetak sama dengan urutan halaman PDF. Halaman dan bagian lainnya tidak diterjemahkan. Penomoran halaman terjemahan merupakan penomoran hasil, bukan penomoran dokumen sumber.
Catatan tersebut perlu diganti jika yang diterjemahkan adalah petikan pasal, bukan seluruh halaman, atau jika penerjemah hanya menerima empat halaman terpisah. Bila saya tidak melihat bundel lengkap, saya tidak akan menyatakan telah memverifikasi jumlah 50 halaman atau kelengkapan bundelnya. Saya cukup menjelaskan sumber yang benar-benar diterima dan keterbatasan pemeriksaan konteksnya.
Catatan cakupan sebaiknya ditempatkan dengan jelas dan tetap menjadi bagian dari paket hasil. Untuk sumber yang tidak berurutan, penanda sumber pada setiap bagian membantu jika lembar terpisah. Menyertakan salinan sumber yang relevan dapat memudahkan pemeriksaan, sepanjang sesuai ketentuan penerima, izin penggunaan, dan kerahasiaan dokumen.
Membatasi lingkup pekerjaan bukan menghapus tanggung jawab
Saya perlu membedakan dua hal. Pertama, apa yang saya kerjakan: halaman atau bagian tertentu. Kedua, apa yang menjadi tanggung jawab saya: kebenaran dan kualitas terjemahan yang saya terbitkan. Penjelasan lingkup tidak mengurangi kewajiban pada hasil tersebut.
Kalimat seperti “penerjemah tidak bertanggung jawab atas penggunaan apa pun” tidak otomatis melindungi penerjemah, terlebih jika masalahnya berasal dari kesalahan terjemahan atau penyajian yang ia ketahui menyesatkan. Efek hukum suatu klausul perlu dinilai dari fakta dan ketentuan yang berlaku. Catatan cakupan bukan kekebalan dari tanggung jawab.
Membaca halaman lain untuk memahami konteks juga tidak sama dengan menerjemahkan atau mengesahkan seluruh dokumen. Hal itu perlu dijelaskan jika relevan. Demikian pula, cap penerjemah bukan pernyataan bahwa fakta dalam dokumen sumber benar atau bahwa dokumen tersebut pasti diterima oleh semua institusi.
Jaga batas itu sampai hasil diserahkan
Kesepakatan awal perlu mencatat sumber final, daftar bagian yang dipilih, bahasa dan arah terjemahan, tujuan penggunaan, serta kebutuhan penerima. Setelah terjemahan selesai, periksa kembali apakah daftar cakupan cocok dengan isi hasil. Jangan memakai pernyataan “seluruh dokumen telah diterjemahkan” jika hanya beberapa halaman yang dikerjakan.
Pada tahap penyerahan, kirim versi final yang dapat dikenali, lengkap dengan catatan cakupannya. Jika klien kemudian mengganti sumber atau meminta tambahan halaman, versi baru perlu diperiksa dan diterbitkan kembali melalui penerjemah. File PDF final dan penanda halaman membantu menjaga keterlacakan, tetapi tidak menjamin dokumen mustahil diubah atau disalahgunakan.
Simpan bukti instruksi, sumber yang disepakati, hasil final, dan penyerahan sesuai kebutuhan yang wajar. Untuk dokumen sensitif, batasi akses dan tetapkan masa simpan; jangan menyebarkan seluruh bundel hanya demi membuktikan bahwa pekerjaan dilakukan. Rujukan lebih lanjut tersedia pada artikel pelindungan data dalam penerjemahan dokumen hukum.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bolehkah penerjemah tersumpah menerjemahkan hanya sebagian halaman?
Permintaan parsial perlu dinilai berdasarkan tujuan penggunaan, syarat lembaga penerima, kecukupan konteks, dan kejelasan cakupan. Secara profesional, pekerjaan dapat dipertimbangkan jika bagian yang dipilih tidak menyesatkan dan dapat diterjemahkan secara akurat. Ini bukan jaminan bahwa setiap lembaga akan menerima terjemahan parsial.
Bagaimana menandai halaman sumber yang diterjemahkan?
Cantumkan identitas dan versi dokumen, nomor halaman tercetak serta urutan halaman PDF bila berbeda, judul bagian, dan batas awal-akhir teks. Pisahkan penomoran sumber dari penomoran terjemahan dan nyatakan bahwa halaman lain tidak diterjemahkan.
Apakah catatan terjemahan parsial menghapus tanggung jawab penerjemah?
Tidak. Catatan itu menjelaskan ruang lingkup pekerjaan. Penerjemah tetap bertanggung jawab atas kebenaran dan kualitas hasil terjemahannya; catatan tidak membenarkan kesalahan, penghilangan makna, atau penyajian yang menyesatkan.
Kapan permintaan terjemahan parsial sebaiknya ditolak?
Tolak atau tunda jika konteks tidak cukup, bagian yang dipilih menghilangkan pembatasan penting, klien meminta cakupan disembunyikan, atau penerima membutuhkan dokumen lengkap. Pekerjaan dapat dinilai kembali setelah sumber, konteks, atau lingkupnya diperbaiki.
Apakah empat halaman sumber selalu menjadi empat halaman terjemahan?
Tidak. Panjang bahasa dan tata letak dapat mengubah jumlah halaman hasil. Yang harus dapat ditelusuri adalah hubungan setiap bagian terjemahan dengan bagian sumbernya, bukan kesamaan jumlah halaman.
Sebelum memilih beberapa halaman
Bagi saya, ukuran amannya bukan berapa halaman yang dibayar. Ukurannya adalah apakah hasil itu tetap akurat, cukup konteks, dan jujur tentang cakupannya ketika dibaca orang yang tidak ikut percakapan pemesanan.
Jika Anda hanya memerlukan sebagian dokumen, sertakan daftar halaman dan persyaratan lembaga tujuan saat mendiskusikan kebutuhan terjemahan dengan LegalTrans. Kita bisa menilai apakah pilihan tersebut cukup, perlu diperluas, atau sebaiknya diterjemahkan lengkap. Bagi rekan penerjemah, saya berharap catatan cakupan diperlakukan sebagai bagian dari mutu pekerjaan, bukan tambahan yang boleh hilang ketika hasil diserahkan.
Rujukan diperiksa 6 Oktober 2026: Permenkum No. 4 Tahun 2025, terutama Pasal 2–3, dan Kode Etik HPI. Artikel ini membahas praktik profesional dan risiko penyajian, bukan penetapan keabsahan dokumen dalam perkara tertentu.